Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan

"Institut Teknologi Sumatera"

               

HIMPUNAN MAHASISWA SAP

Himasaka Arkananta adalah singkatan dari Himpunan Mahasiswa Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera, Arkananta sendiri adalah nama dari himpunan tersebut. Himasaka Arkananta berada di bawah naungan KM ITERA, yang bertempat di Institut Teknologi Sumatera.

Berita Himasaka

“Lampung tanpa bayang-bayang” adalah peristiwa terjadinya Kulminasi utama dari Matahari. Peristiwa tersebut terjadi karena Matahari berada di atas suatu kota di permukaan bumi. Fakta nya adalah bahwa Matahari memiliki gerak semu tahunan, Matahari “bergerak” diatas 23,5° LU – 23,5° LS. Hal ini karena bumi berevolusi mengelilingi Matahari dan adanya sudut kemiringan sumbu rotasi Bumi dengan bidang orbit Bumi.  Dan setiap kota yang berada diantara 23,5° LU – 23,5° LS memiliki dua kali waktu tanpa bayang-bayang, waktu terjadinya bergantung dari lokasi lintang tersebut. Untuk kota Bandar Lampung dan sekitarnya Kulminasi ini terjadi pada Tanggal 6 Maret 2020 pukul 12.10 WIB. Peristiwa ini tidak hanya dapat diamati di Lampung saja tetapi di daerah lain dengan waktu yang berbeda.

UPT OAIL beserta Perwakilan Mahasiswa dari Prodi SAK melakukan pengamatan Kulminasi di samping Embung C. Instrumen yang dipakai utnuk pengamatan adalah pipa yang di rangkai sedemikian rupa sehingga membentuk seperti tongkat dengan penyangganya, Tongkat tersebut di setting menghadap kearah utara dan selatan, dan tegak lurus (90°) dengan tanah. Dapat juga digunakan benda lain seperti botol spray,penyangga lampu dll selama benda tersebut tegak lurus dengan tanah. Selain itu dapat juga mengamati sudut dari suatu bangunan/gedung yang terkena sinar matahari. Untuk Lokasi pengamatannya sendiri dapat dimana saja, asalkan di tempat yang terkena sinar matahari dan tidak di dalam ruangan, Tetapi lebih baik di tempat yang luas dan datar seperti lapangan. Pada saat terjadi kulminasi, benda-benda tersebut memiliki bayangan yang tegak lurus terhadap bendanya karena matahari berada tepat diatasnya, atau dapat dikatakan benda tersebut tidak memiliki bayangan. Peristiwa Kulminasi ini berlangsung sangan cepat hanya sekitar beberapa menit saja.

Mahasiswa yang merupakan agent of change, pembawa perubahan, dan calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Sehingga untuk mempersiapkan hal tersebut dibutuhkan Pelatihan Manajemen Organisasi. Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Sains Atmosfer Keplanetan (SAK) Institut Teknologi Sumatera merupakan salah satu sarana untuk membekali dan memberikan stimulus bagi mahasiswa yang ditujukan kepada kader-kader muda Himasaka. Kegiatan yang bertema “Membangun dan Mengembangkan Manajemen Melalui Organisasi”  tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 November 2019.

Dalam memperingati fenomena gerhana matahari cincin yang terjadi pada 26 desember 2019 civitas program studi sains atmosfer dan keplanetan Itera mengadakan kegiatan seminar dan workshop untuk memberikan edukasi dan pemahaman tentang gerhana ataupun tentang matahari dan juga beberapa ilmu lainnya baik dalam bidang meteorologi maupun antariksa. Seminar dan workshop ini diadakan pada hari kamis, 21 november 2019 dan diikuti oleh seluruh civitas program studi sains atmosfer dan keplanetan dan juga diikuti oleh beberapa mahasiswa dari program studi lain. Acara ini dihadiri oleh bebrapa narasumber yaitu bapak yudha setiawan djamil sebagai perwakilan dalam bidang earth sciences NTU, bapak Muhammad zamzam selaku perwakilan dari LAPAN dalam bidang sains atariksa serta bapak Aditya abdilah yusuf selaku perwakilan staff OAIL Itera yang memandu kegiatan dalam sesi Workshop.

Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mengedukasi masyarakat sekitar yang dimana sasaran pada kali ini adalah anak anak sekolah dasar di sekolah alam lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasikan tentang dunia astronomi secara lebih ringkas dan sederhana dan juga memberikan pengamatan matahari secara gratis serta memberikan informasi pengamatan tentang matahari secara jelas.

Jumat, 8 November 2019 lalu para civitas akademika prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAK) Itera baru saja mengadakan acara Sarasehan dan Penelitian Lapangan SAK 2019 di Lembah Durian, Kemiling, Bandar Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh 135 peserta yang terdiri dari mahasiswa SAK angkatan 2018 dan 2019. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari 2 malam ini bertujuan untuk memperkenalkan topik-topik riset dan teknik penelitian dalam lingkup prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan. selain itu juga bertujuan untuk mempererat dan menjalin hubungan yang lebih baik antar mahasiswa  Sains Atmosfer dan Keplanetan.

Serangkaian acara yang ada pada kegiatan ini meliputi diskusi kelompok, Outbond, pemilihan ketua angkatan Sains Atmosfer dan Keplanetan tahun 2019, api unggun dan juga pengamatan yang dilakukan secara langsung oleh peserta acara dengan diawali pemaparan materi terlebih dahulu oleh dosen-dosen prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan serta staff UPT MKG Itera.

Pada hari pertama, kegiatan yang dilakukan oleh seluruh peserta acara Sarasehan dan Penelitian adalah melakukan pengamatan tingkat polusi cahaya yang terjadi di langit daerah Lembah Durian dengan diawali terlebih dahulu dengan penyampaian materi yang dipandu oleh dosen prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan,  Robiatul Muztaba S.Si., M.Si. Adanya pengamatan polusi cahaya ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan lebih lanjut terhadap peserta acara mengenai betapa pentingnya langit yang jernih tanpa polusi cahaya untuk kegiatan astronomi.

Adapun instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat polusi cahaya adalah Sky Quality Meter (SQM). Instrumen ini dapat bekerja dengan bantuan software tertentu yang telah diberikan module SQM di dalamnya. Cara menggunakan instrumen SQM ini adalah dengan meletakkannya langsung di bawah langit, di tempat yang lapang dan tidak terhalangi oleh berbagai benda diatasnya seperti pohon dan bangunan-bangunan lainnya. SQM harus diletakkan di tempat yang jauh dari sinar lampu agar dapat menangkap tingkat polusi cahaya langit daerah Lembah Durian dengan optimal.

Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)