Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan

"Institut Teknologi Sumatera"

               

Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA Mengadakan Seminar Online dengan tema “Dampak ENSO, ENSO Modoki dan IOD terhadap Curah Hujan Indonesia”


April 9th, 2021 | Posted by: admin


Kamis (01/04/2021) Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan telah melaksanakan Seminar Online seri kedua yang mengusung tema “Dampak ENSO, ENSO Modoki dan IOD terhadap Curah Hujan Indonesia”. Seminar Online ini dilakukan via zoom meeting dan live youtube, dengan pendaftar mencapai 268 orang dan peserta dalam zoom meeting mencapai 161 orang.

Seminar Online ini mengundang Givo Alsepan, S.Si., M.Sc. dari Hokkaido University, Hokkaido, Jepang sebagai narasumber. Acara seminar ini dimoderatori oleh Lesi Mareta, S.Si., M.Si. selaku Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera Kelompok Keahlian Atmosfer.

Kegiatan ini dibuka dengan penyampaian sambutan dari Dr. Moedji Raharto selaku Koordinator Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama di awal acara. Seminar ini dibagi menjadi dua acara utama yaitu penyampaian materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab.

Givo Alsepan, S.Si., M.Sc.  membahas riset beliau tentang El Niño Modoki, dan perbedaannya dengan El Niño kanonikal beserta Indian Ocean Dipole (IOD), dan efeknya pada curah hujan Indonesia. El Niño adalah fase hangat dari El Niño-Southern Oscillation (ENSO). ENSO merupakan fenomena munculnya anomali suhu permukaan laut (SPL) di wilayah tropis Samudera Pasifik tropis bagian timur hingga tengah, sedangkan ENSO Modoki ditandai dengan munculnya anomali SPL di bagian tengah wilayah tropis Samudera Pasifik. Fenomena ini dapat diidentifikasi dengan menggunakan indeks  Niño untuk ENSO, El Niño Modoki Index (EMI) untuk ENSO Modoki, dan Dipole Mode Index (DMI) untuk IOD.

Berdasarkan hasil analisis klimatologi curah hujan dari tahun 1960-2007 dengan menggunakan data observasi, pembagian musim di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi musim kering antara bulan Juli dan September, transisi kering-basah pada bulan Oktober, musim hujan panjang antara bulan November sampai April, dan transisi basah kering pada bulan Mei dan Juni. Kemunculan fenomena ENSO, ENSO Modoki, dan IOD dapat menyebabkan terjadinya peningkatan dan penurunan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia. Pengaruh fenomena-fenomena iklim tersebut dapat diketahui dengan menganalisis hubungan indeks masing-masing fenomena dengan curah hujan di wilayah Indonesia.

Setelah penyampaian materi dari narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta kepada narasumber. Para peserta yang hadir dalam acara ini sangat antusias dan memberikan respon yang positif, terlihat dari banyaknya jumlah pertanyaan yang diajukan oleh peserta dalam sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab narasumber menekankan bahwa kemampuan pemrograman penting dimiliki oleh periset yang ingin fokus di bidang ini, karena bidang ini dapat dilakukan di mana saja dengan data yang terbuka. Acara Webinar ini ditutup dengan sesi foto bersama yang dilakukan secara daring yang diikuti seluruh peserta, narasumber dan moderator.


Tinggalkan Komentar



Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)