Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan

"Institut Teknologi Sumatera"

               

Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA Mengadakan Seminar Online dengan tema “Debu Alam Semesta dan Pembentukan Galaksi”


April 9th, 2021 | Posted by: admin


Kamis(08/04/2021) Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan telah melaksanakan Seminar Online yang mengusung tema “Debu Alam Semesta dan Pembentukan Galaksi”. Seminar Online ini dilakukan via zoom meeting dan live youtube, dengan pendaftar mencapai 118 orang dan peserta dalam zoom meeting mencapai 114 orang.

Dalam eminar Online ini Dian Puspita Triani, S.Si., M.Si. dari Swinburne University, Melbourne, Australia berlaku sebagai narasumber. Acara seminar ini dimoderatori oleh Achmad Zainur Rozzykin, S.Si., M.Si. selaku Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera Kelompok Keahlian Sains Keplanetan.

Kegiatan ini dibuka dengan penyampaian sambutan dari Dr. Deni Okta Lestari selaku Sekretaris Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama di awal acara. Seminar ini dibagi menjadi dua acara utama yaitu penyampaian materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab.

Dian Puspita Triani, S.Si., M.Si.  memulai pembahasan beliau mengenai pengertian galaksi dan tipe-tipe galaksi dimulai dari galaksi Bima Sakti yang merupakan lokasi tata surya kita berada. Dari sana beliau menyambungkan topik mengenai debu alam semesta yang nampak pada panjang gelombang yang lebih tinggi pada pengamatan spektrum karena temperatur yang relatif lebih dingin dan kaitannya dengan pembentukan galaksi. Beliau menjelaskan tentang pemodelan yang beliau lakukan dan kode Dusty SAGE yang beliau kembangkan untuk menambahkan efek debu alam semesta pada model pembentukan galaksi. Dari penambahan peran debu alam semesta, didapatkan hasil rekonstruksi spektrum yang sesuai dengan pengamatan untuk galaksi spiral dan elips, yang berbeda tergantung pada laju pembentukan bintangnya. Disampaikan juga bahwa galaksi elips memiliki laju pembentukan bintang yang tinggi di awal, berbeda dengan galaksi spiral yang perlahan. Dari hasil penelitian beliau juga menjelaskan laju pembentukan bintang dan debu sepanjang sejarah galaksi dari big bang, yang meningkat  hingga usia 3 milyar tahun tapi berkurang kelajuannya hingga sekarang (13,8 milyar tahun) karena hidrogen dan helium yang digunakan sebagai bahan bakar berubah menjadi logam.

Setelah penyampaian materi dari narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta kepada narasumber. Para peserta yang hadir dalam acara ini terlibat dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memperjelas pemahaman terhadap materi. Acara Webinar ini ditutup dengan sesi foto bersama yang dilakukan secara daring yang diikuti seluruh peserta, narasumber dan moderator.

 


Tinggalkan Komentar



Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)