Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan

"Institut Teknologi Sumatera"

               

Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA Mengadakan Seminar Online dengan tema “Eksoplanet”


April 9th, 2021 | Posted by: admin


Kamis(18/03/2021) Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) dan Himpunan Mahasiswa Sains Atmosfer dan Keplanetan (Himasaka) telah melaksanakan seminar online yang mengusung tema “Eksoplanet : Mencari Planet di Luar Tata Surya” yang termasuk ke dalam rangkaian acara Dies Natalis Himasaka. Seminar online ini dilakukan via Zoom meeting dan live Youtube, dengan pendaftar mencapai 456 orang dan peserta dalam zoom meeting dan live Youtube mencapai 320 orang.

Seminar online ini mengundang 2 narasumber: Dr. Stevanus Kristianto Nugroho dari Astrobiology Center, National Institute of Natural Science, Tokyo, Jepang dan Dr. Anton Timur Jaelani dari Program Studi Astronomi, Institut Teknologi Bandung dan Kindai University, Osaka, Jepang. Acara seminar ini dimoderatori oleh Ridlo W. Wibowo, M.Si., M.Sc. selaku Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera Kelompok Keahlian Astronomi.
Kegiatan ini dibuka dengan penyampaian sambutan dari Dr. Moedji Raharto selaku Ketua Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama di awal acara. Seminar ini dibagi menjadi dua acara utama yaitu penyampaian materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab.

Dr. Stevanus Kristianto Nugroho membahas topik “Exoplanet Atmosphere through High-Resolution Spectroscopy”. Metode high-resolution spectroscopy atau spektroskopi resolusi tinggi memiliki keunggulan dibanding spektroskopi resolusi rendah pada akurasinya membedakan fitur atom atau molekul dengan lebih akurat karena kesensitifannya terhadap posisi garis absorpsi dan emisi. Keunggulan penggunaan spektroskopi resolusi tinggi lainnya adalah bahwa penggunaannya tidak terbatas pada planet yang sedang mengalami transit (transiting planet), tidak membutuhkan bintang pembanding, dan koreksi sistematis yang relatif lebih mudah. Meskipun begitu, metode spektroskopi resolusi tinggi dan resolusi rendah dapat saling melengkapi dengan metode spektroskopi resolusi tinggi mengkarakterisasi atmosfer bertekanan rendah dan spektroskopi resolusi rendah mengkarakterisasi atmosfer bertekanan tinggi. Dengan keunggulan-keunggulannya, kehilangan informasi kontinu dari spektrum dan terbatasnya penggunaan pada target terang adalah kelemahan metode berbasi spektroskopi resolusi tinggi.  Dr. Stevanus memaparkan hasil pekerjaannya menggunakan metode spektroskopi resolusi tinggi untuk mendeteksi keberadaan TiO pada atmosfer planet WASP-33b, pendeteksian stratosfer planet tersebut.

Dr. Anton Timur Jaelani membahas “Pencarian Ekstrasolar Planet Menggunakan Metode Microlensing”. Metode microlensing memiliki kemiripan dengan metode transit, di mana terdapat dua objek (bintang) yang berada pada arah pandang yang sama. Akibat efek lensa gravitasi, akan terjadi magnifikasi yang menimbulkan terang cahaya bintang latar/sumber (bintang yang berada di belakang) menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya. Jika terdapat planet pada bintang pelensa (bintang yang di depan), planet juga akan berkontribusi pada efek magnifikasi tersebut. Profil penambahan terang bintang pada kasus microlensing sangat khas, bergantung pada massa pelensa (bintang dan eksoplanetnya), jarak relatif sumber-pelensa, dan jalur gerak peristiwa lensa. Metode microlensing memiliki keunggulan untuk dapat mendeteksi eksoplanet di sekitar bintang-bintang redup, dengan kelemahan waktu kejadian yang hanya sekali terjadi untuk satu sistem dan pada waktu yang relatif singkat. Oleh karena itu ketika dideteksi akan ada peristiwa lensing antara dua bintang, perlu dilakukan campaign pengamatan terus-menerus selama durasi lensing dengan beberapa teleskop yang tersebar di penjuru dunia untuk meningkatkan peluang penemuan eksoplanet. Dr. Anton menyampaikan di dunia terdapat beberapa kelompok jejaring pengamatan microlensing, termasuk yang menggunakan teleskop kecil. Teleskop tersebut seukuran dengan yang dimiliki kampus/ sekolah/ institusi di Indonesia.

“Dr Anton Timur Jaelani:  Sudah saatnya kita berkolaborasi demi kemajuan penelitian astronomi terutama dalam pencarian eksoplanet”

Setelah penyampaian materi dari kedua narasumber tersebut, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta kepada narasumber. Para peserta yang hadir dalam acara ini sangat antusias dan memberikan respon yang positif, terlihat dari banyaknya jumlah pertanyaan yang diajukan oleh peserta dalam sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab kedua narasumber menekankan bahwa eksoplanet tidak hanya dapat diamati dengan teleskop yang besar dan mendorong jejaring teleskop di Indonesia untuk mulai melakukan pengamatan eksoplanet. Acara Webinar Nasional ini ditutup dengan sesi foto bersama yang dilakukan secara online yang diikuti seluruh peserta, narasumber dan moderator.

 


Tinggalkan Komentar



Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)