Program Studi SAP Hadirkan Eksplorasi Keantariksaan Digital dengan Stellarium kepada siswa SMA Negeri 15 Bandar Lampung

Estimasi waktu baca: 5 menit

Lampung Selatan – Rabu, 6 Mei 2026, Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyelenggarakan kegiatan “SAP Goes To School 2026 #1” di SMA Negeri 15 Bandar Lampung sebagai bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini melibatkan dosen, laboran, dan mahasiswa Program Studi SAP dengan tujuan menumbuhkan minat dan literasi sains siswa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari praktik Mata Kuliah Komunikasi Sains untuk melatih mahasiswa menyampaikan materi ilmiah kepada masyarakat secara komunikatif dan interaktif.

Agenda ini terdiri dari tiga sesi, yaitu pembukaan dan workshop yang dilaksanakan di pendopo sekolah serta kegiatan pendukung (supplementary activity) berupa praktik observasi lapangan. Nindhita Pratiwi, S.Si., M.Si. selaku dosen Program Studi SAP mengenalkan kampus, fakultas, serta prodi beserta keilmuan SAP termasuk peluang karir lulusannya di masa depan. Selain itu, disampaikan juga peran ilmu SAP dalam pemantauan cuaca dan iklim, teknologi satelit, mitigasi bencana, komunikasi, hingga mendukung ketahanan nasional.

Agenda inti kegiatan ini adalah workshop penggunaan Stellarium, aplikasi planetarium virtual yang mampu menyimulasikan peta langit secara digital. Workshop ini diikuti oleh ~55 siswa kelas XI dan dimotori oleh 16 mahasiswa Mata Kuliah Komunikasi Sains sebagai fasilitator/mentor. Selama kegiatan, peserta dibagi menjadi lima kelompok dan menjalankan empat misi dalam hands-on activity. Misi ini dirancang untuk membantu siswa memahami konsep dasar pengamatan benda langit, penggunaan Stellarium, serta interpretasi fenomena astronomi. Siswa diajak untuk mengamati perubahan posisi benda langit, juga mendokumentasikan aktivitasnya dengan mengisi worksheet dan refleksi untuk memperkuat pemahaman serta mengevaluasi pengalaman belajar mereka.

Sebagai kegiatan pendukung, peserta mengikuti observasi lapangan di area outdoor. Siswa dikenalkan dengan berbagai instrumen observasi, di antaranya teleskop Matahari dan Automatic Weather Station (AWS). Aktivitas supplementary ini diikuti bukan hanya oleh peserta workshop, melainkan juga siswa-siswi serta guru SMAN 15 Bandar Lampung lain yang tengah berkegiatan di sekolah. Menariknya, banyak siswa justru merasa lebih takjub ketika teleskop digunakan untuk mengamati objek di permukaan Bumi. Pengalaman melihat kemampuan perbesaran dan kejernihan citra teleskop membuat siswa lebih menyadari kecanggihan teknologi observasi optik. Selain itu, siswa juga menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terhadap cara kerja AWS untuk memantau cuaca secara real time.

Pada akhir kegiatan, dua peserta workshop, Silfa dan Kalea, menyampaikan kesan mereka selama mengikuti kegiatan. Keduanya mengaku baru pertama kali mengenal aplikasi Stellarium dan merasa kegiatan semacam ini sangat bermanfaat. Mereka juga menyampaikan bahwa pada awalnya belum terbiasa dengan fitur-fitur yang tersedia, tetapi setelah dipandu oleh mentor, mereka lebih mudah memahami konsep gerak dan posisi benda langit. Eksplorasi langit digital membuat pembelajaran lebih seru dan mudah dipahami dibandingkan dengan hanya melalui penjelasan teori di kelas. Bapak Hi. Mulyono S.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana sekaligus Guru Matematika, menyampaikan bahwa selama kegiatan berlangsung para siswa sangat antusias. Interaksi antara fasilitator dan peserta membuat suasana belajar lebih hidup.

Ketua kegiatan PkM, Sulistiyowati, S.Si., M.Si., menyampaikan rasa syukur kegiatan berjalan lancar. Meskipun kondisi cuaca sempat mendung, kegiatan praktik tetap berjalan dengan baik. Stellarium dapat menjadi solusi media pembelajaran ketika kondisi pengamatan lapangan kurang mendukung.

Sebagai generasi muda yang akrab dengan teknologi digital, siswa juga perlu didorong untuk memanfaatkan ponsel pintar tidak hanya untuk mengakses media sosial dan hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan eksplorasi ilmu pengetahuan, khususnya bidang keantariksaan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi SAP Itera berupaya untuk memperluas jejaring sekolah mitra sekaligus memperkenalkan Program Studi kepada siswa SMA. Kegiatan ini juga memperkuat komitmen Itera untuk mendukung pendidikan berbasis sains sebagai bagian dari kontribusi institusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Scroll to Top