Mengenal Riset Astrofisika Pengamatan: Studi Bintang Variabel dengan Teleskop Kecil

Lampung Selatan — Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) telah sukses menggelar kegiatan Studium Generale #3 bertajuk “Mengenal Riset Astrofisika Pengamatan: Studi Bintang Variabel dengan Teleskop Kecil”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 September 2026, bertempat di Aula Gedung F, dan menghadirkan narasumber ahli di bidang astrofisika pengamatan, Dr. Hakim L. Malasan dari Tim Pembina Olimpiade Astronomi (TPOA).

Dalam pemaparannya, Dr. Hakim L. Malasan menguraikan secara mendalam bagaimana teleskop berukuran kecil (dengan apertur di bawah 1 meter atau sekitar 8–14 inci) dapat memainkan peran besar dalam riset dan pendidikan astronomi modern. Berada di bawah tagline “Teleskop Kecil, Cerita Besar dari Cahaya Bintang”, kuliah umum ini membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pengamatan kurva cahaya bintang.

Memahami Bintang Variabel dan Kurva Cahaya

Bintang variabel merupakan bintang yang mengalami perubahan kecerlangan seiring berjalannya waktu. Berdasarkan penyebab variasinya, bintang variabel dibedakan menjadi dua kategori utama:

  1. Intrinsic Variables: Bintang yang variasi kecerlangannya disebabkan oleh proses internal bintang itu sendiri, seperti bintang berdenyut (pulsating variables) contohnya Bintang Cepheid.
  2. Extrinsic Variables: Bintang yang mengalami perubahan kecerlangan akibat pengaruh eksternal, seperti sistem bintang ganda gerhana (eclipsing binaries) atau rotasi bintang dengan bintik bintang (rotating variables).

Melalui analisis kurva cahaya (light curve), astronom dapat menentukan parameter penting seperti periode orbit, sifat fisik bintang, massa, radius, hingga fenomena aktivitas permukaan bintang.

Keunggulan dan Peluang Riset dengan Teleskop Kecil

Dr. Hakim menjelaskan bahwa meskipun teleskop kecil memiliki keterbatasan dalam mengamati objek yang sangat redup, instrumen ini memiliki fleksibilitas tinggi dan alokasi waktu pengamatan yang sangat melimpah dibandingkan teleskop berukuran raksasa. Ditunjang oleh detektor modern seperti kamera CCD atau CMOS, teleskop kecil mampu melakukan pengamatan fotometri presisi tinggi.

Penggunaan teleskop kecil memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai ranah:

  • Pengajaran dan Pelatihan: Memberikan pengalaman langsung (hands-on experience) bagi mahasiswa dalam pengoperasian teleskop, teknik pemrosesan citra, hingga analisis fotometri.
  • Proyek Riset Mahasiswa: Memungkinkan mahasiswa melakukan pemantauan berkala pada kurva cahaya bintang Cepheid, sistem ganda gerhana, hingga pencarian bintang variabel baru.
  • Riset Kolaboratif Jangka Panjang: Memantau aktivitas bintang variabel berputar (rotating variables) dan variasi jangka panjang dari struktur bintik bintang.

Melalui kegiatan Studium Generale ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan terdorong untuk aktif memanfaatkan fasilitas teleskop kecil dalam riset-riset astronomi pengamatan yang berstandar ilmiah dan berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan global.

Scroll to Top