Workshop Instrumen Meteorologi Tingkatkan Kompetensi Observasi Atmosfer

Published by admin on

Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) ITERA menyelenggarakan Workshop Instrumen Meteorologi pada Jumat, 5 Desember 2025. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–14.00 WIB di Laboratorium Komputasi & Pemodelan serta Laboratorium Instrumentasi & Observasi SAP, Gedung OZT ITERA. Sekitar 20 peserta hadir, terdiri dari dosen dan laboran, serta perwakilan BMKG dari Pesawaran, Maritim Panjang, dan Radin Inten II.

Workshop menghadirkan Dr. Maulana Putra, S.Si., M.T., dari Direktorat Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG sebagai narasumber utama. Materi mencakup berbagai instrumen meteorologi dan pemanfaatannya. Narasumber menekankan pentingnya kombinasi instrumen analog dan digital, integrasi data satelit, serta pemanfaatan teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, sehingga sistem observasi semakin komprehensif.

Peserta juga berdiskusi mengenai instrumen yang tersedia di SAP ITERA, seperti AWS, ombrometer, sangkar meteorologi, anemometer, evaporimeter, sensor kualitas udara, dan instrumen berbasis IoT. Perwakilan BMKG turut berbagi pengalaman praktis dalam pengoperasian instrumen di stasiun masing-masing, mendukung suasana diskusi yang aplikatif. Proses tanya jawab berlangsung aktif dan membahas persoalan teknis lapangan serta langkah troubleshooting.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke rooftop untuk melihat lokasi pemasangan instrumen. Pada sesi ini dibahas standar operasional pengamatan sesuai panduan BMKG dan World Meteorological Organization (WMO). Peserta memperoleh pemahaman teknis penting untuk menjamin kualitas data observasi yang akan digunakan dalam kegiatan akademik.Workshop ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas observasi atmosfer di SAP ITERA. Kegiatan ini juga memperluas potensi kolaborasi antara SAP ITERA dan BMKG, terutama dalam bidang instrumentasi dan klimatologi di wilayah Lampung. Dengan terselenggaranya workshop ini, SAP ITERA memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan kajian atmosfer berbasis observasi dan riset.